Ketahanan Nasional
Ardiasho Fadhilla (191910301094)
Latar
Belakang
Sebagai negara kepulauan terbesar dunia, posisi
geografis Indonesia membentang pada koordinat 6 LU – 11.08’ LS dan 95 BT –
141.45’ BT dan terletak di antara dua benua, Asia dan Australia. Serta dua
samudera yaitu Hindia dan Pasifik. Dalam geopolitik, bentang posisi geografis
ini menjadikan Indonesia sebagai Negara yang memiliki kekuatan dalam percaturan
dan hubungan antar bangsa, baik dalam lingkup kawasan maupun global dengan
pemikiran bahwa ruang adalah inti yang berdasarkan geopolitik
dan dimana menjadi sebuah wadah dinamika militer maupun politik. salah
satu upaya dalam bela negara menjadi dasar dari terbentuknya ketahanan
nasional.
Definisi
Kondisi dinamik bangsa Indonesia meliputi segenap
aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan
yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menggapai dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik datang dari
luar maupun dalam untuk menjamin identitas, integritas, dan kelangsungan hidup
bangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa
ketahana nasional ialah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa
untuk bisa menjamin kelangsungan hidupnya, menuju kejayaan
bangsa & negara. Hakekat ketahanan nasional Indonesia adalah
keuletan an ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan dalam mendeskripsikan
kekuatan nasional sebagai penjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam
mencapai tujjuan nasional.
Tujuan dan
Fungsi
Dalam menyokong dan mensukseskan adanya beragam
rencana dalam menanggapi segala bentuk rencana keberhasilan pemerintah dalam
penegakan keamanan serta pertahanan nasional agar nantinya bisa mewujudkan
keadilan sosial serta bagaimana bisa menentukan keamanan yang akan mengayomi
seluruh rakyat, disinal ketahanan nasional diperlukan dalam menunjang program
pemerintah, seperti penegakan hukum dan ketertiban, terwujudnya kesejahteran
dan kemakmuran masyarakat, terselenggaranya pertahanan dan keamanan,
terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, serta sebuah kesempatan untuk
mengembangkan kemampuan diri dan berpendapat di muka umum.
Landasan
Ketahanan Nasional
Landasan Idil
: Pancasila
Nilai-nilai Pancasila telah teruji dandiyakini
kebenarannya sebagai pemersatu bangsa dalam membangundan menata kehidupan
berbangsa serta bernegara yang lebih baik.
Landasan
Konstitusional : UUD 1945
Berkaitan dengan segala ketentuan dan aturan tentang
ketatanegaraan/ undang-undang dasar suatu negara, Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia 1945 (UUD 1945) adalah sumber dari segala sumber
hukum. UUD 1945 memberikan landasan serta arah dalam pengembangan sistem serta
penyelenggaraan pertahanan negara.
Landasan
Visional : Wawasan Nusantara
Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan
lingkungannya sebagai satu kesatuan yang utuh dan dimana wilayah Indonesia
tersusun dari atas gugusan Kepulauan Nusantara beserta isinya sebagai suatu
kesatuan wadah serta sarana untuk membangun dan menata dirinya menjadi
bangsa yang berdaya saing tinggi dalam dinamika lingkungan strategis.
Asas
Ketahanan Nasional
Pendekatan
Kesejahteraan dan Keamanan
Konsepsi ketahanan nasional hakikatnya adalah konsepsi
pengaturan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dan keamanan bagai satu
keping mata uang, keduanya tidak dapat dipisahkan tetapi dapat dibedakan.
Komprehensif
dan Integral
Ketahanan nasional dalam memecahkan masalah-masalah
kehidupan nasional secara komprehensif integral (utuh menyeluruh), tidak
dipandang dari satu sisi saja. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk
persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.
Kekeluargaan
Mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan,
gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Asas ini bersikap keadilan,
kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mawas Ke
Dalam Dan Mawas Ke Luar
Mawas ke dalam memiliki tujuan untuk menumbuhkan sifat
dan kondisi kehidupan nasional yang berlandaskan nilai-nilai kemandirian dan
untuk meningkatkan kualitas kemandirian bangsa. Sementara itu, mawas ke luar
bertujuan untuk mengantisipasi dan bersiap menghadapi serta mengatasi dampak
lingkungan strategis luar negeri.
Sifat
Ketahanan Nasional
Manunggal, yaitu dimana aspek kehidupan
bangsa Indonesia dikelompokkan ke dalam delapan gatra atau astagatra.
Mawas ke
dalam dan Mawas ke luar, pada ketahanan nasional terutama diarahkan pada diri bangsa dan negara
sendiri.
Kewibawaan, dengan makin meningkatnya
pembangunan nasional, akan meningkatkan ketahanan nasional.
Berubah
menurut Waktu, ketahanan
nasional sebagai kondisi bangsa tidak selalu tetap, tergantung dari upaya
bangsa dalam pembangunan nasional dari waktu ke waktu dan ketangguhannya
menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.
Tidak
Membenarkan Adu Kekuatan dan Adu Kekuasaan, konsep ketahanan nasional tidak hanya mengutamakan
kekuasaan fisik tetapi juga kekuatan moral yang dimiliki suatu bangsa.
Percaya Pada
Diri Sendiri, Ketahanan
nasional ditingkatkan dan dikembangkan didasarkan atas kemampuan sumber daya yang
ada pada bangsa dan sikap percaya kepada diri sendiri.
Konsultasi
dan kerja sama, artinya
ketahanan nasional tidak bersifat konfrontatif dan antagonis. Ketahanan
nasional sangat menghargai dan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian
bangsa.
Pengaruh
Ketahanan Nasional
Pengaruh
Aspek Ekonomi
Salah satu
aspek dari kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan
nasional, meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Sebagai
bentuk peningkatan taraf kehidupan masyarakat baik secara individu maupun
kelompok
Pengaruh
Aspek Ideologi
Dalam
ideologi dijelaskan bahwa dalam ideologi mengandung suatu konsep dasar mengenai
kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa.
Pengaruh
Aspek Sosial Budaya
Pada
pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat dan bersosialisasi yang mengandung
nilai-nilai solidaritas yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta kekuatan
sebagai pendukung penggerak kehidupan masyarakat dalam nilai dan norma
religius, ekonomis atau nilai sosial kultural lain.
Pengaruh
Aspek Politik
Sebagai
penentu kebijaksanaan serta aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai tujuan
yang serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat itu sendiri.
Memperkokoh
Ketahanan Nasional
Dengan
memberdayakan masyarakat untuk mengawasi pemerintahan supaya tidak diktator.
Kemudian membuat aturan UU yang mengatur tentang pemerintahan anti- totaliter.
UU perlu dibuat karena pemerintahan kita berdasarkan atas hukum artinya apa
yang dilakukan pemerintah harus sesuai dengan UU yang berlaku dalam suatu
negara.
Ketahanan
nasional yang bertugas menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan
ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung
ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta
kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Ancaman
dalam Ketahanan Nasional
Berdasarkan
asal datangnya ancaman :
Ancaman dari
luar, yaitu
segala ancaman terhadap ketahanan nasional yang berasal dari luar negeri.
Ancaman dari
dalam, yaitu
segala ancaman terhadap ketahanan nasional yang berasal dari dalam negeri.
Berdasarkan
bentuk ancaman :
Ancaman
fisik, yaitu
segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu ketahanan nasional suatu negara
yang dilakukan dengan tindakan secara fisik, seperti serangan senjata,
penghilangan nyawa manusia, perusakan fasilitas, terorisme, konflik berdarah,
dan lain-lain baik berasal dari dalam maupun luar negeri.
Ancaman
ideologis, yaitu
segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu ketahanan nasional suatu negera
yang dilakukan dalam tataran pemikiran, seperti perang ideologi, arus
globalisasi, kepentingan politik, dan lain-lain baik berasal dari dalam maupun
dalam negeri.
Contoh
ancaman fisik dari luar :
a. Penyerangan tentara Amerika ke Irak
b. Serangan rudal Israel ke Palestina
c. Penembakan kapal patroli Indonesia
oleh Malaysia
Contoh
ancaman ideologi dari luar :
a. Perang dingin antara Amerika Serikat
dan Uni Soviet
b. Masuknya berbagai kebudayaan dan
paham baru dari luar negeri
c. Adanya campur tangan politik dari
badan-badan asing di dalam negeri
Contoh
ancaman fisik dari dalam :
a. Teror bom Solo
b. Penyerangan antar suku di Papua
c. Perusakan dan vandalisme terhadap
fasilitas umum
Contoh
ancaman ideologi dari dalam :
a. Munculnya paham-paham radikal dan
ekstrimis dari dalam negeri
b. Munculnya berbagai aliran sesat di
Indonesia
c. Provokasi dari kelompok masyarakat
tertentu terhadap kelompok masyarakat lainnya yang mengandung unsur SARA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar