Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 14 April 2020

Makalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan




Makalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
“Pentingnya Strategi Integrasi Nasional dalam Mewujudkan Nasionalisme”


logo unej – Kemahasiswaan







Oleh :
Ardiasho Fadhilla
NIM : 191910301094

Dosen Pengampu :
Mrr. Ratna Endang Widuatie
NIP : 196907271997022001

Universitas Jember
Fakultas Teknik
2020








Kata Pengantar
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat karunia-Nya, tugas makalah yang diberikan oleh ibu Ratna Endang Widuatie sebagai dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Kewarganegaraan dengan topik “Pentingnya Strategi Integrasi Nasional dalam Mewujudkan Nasionalisme” dapat diselesaikan tepat waktu. Pada makalah ini saya selaku penulis mengambil judul “Akulturasi sebagai Bentuk Nasionalisme dalam Strategi Integrasi Nasional”. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan bagi mahasiswa mengenai mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik serta saran yang membangun dari berbagai pihak, agar lebih baik lagi.
Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pembaca, terutama mahasiswa, sebagai bentuk perwujudan dari integrasi nasional dalam lingkungan mereka itu sendiri.


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang
Perkembangan akan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan kemudahan bagi tiap individu yang ada di dunia, termasuk di Indonesia. Namun dalam realitasnya, masih banyak masyarakt yang buta akan kemudahan mendapatkan informasi di era saat ini. Salah satu kebutaan tersebut mengenai pengetahuan akan kebudayaan Indonesia masih sangatlah kurang, anak muda zaman sekarang yang notabene sebagai kaum milenial lebih  mengetahui akan kebudayaan luar, sehingga membuat pengetahuan mengenai kebudayaan yang ada di indonesia masih kurang. Dengan adanya pengaruh luar inilah yang menyebabkan gaya serta perilaku mereka berubah menjadi acuh tak acuh terhadap persatuan dan menjadikan karakter baru yaitu sifat apatisme, dengan mementingkan kepentingannya sendiri, tanpa rasa peduli terhadap sesamanya.
Menurut nasikun (2004: 34), bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk baik secara etnis, budaya, dan agama. Sedangkan menurut Tuahunse (2009:25), berpendapat proses perjuangan pergerakan nasional Indonesia tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka, dijiwai dengan semangat persatuan dan kesatuan. Tapi, dalam kehidupan sehari hari, sikap rasa persatuan dan kesatuan mulai luntur seiring perkembangan zaman. Sifat masyarakat Indonesia yang indiviualisme menjadi salah satu faktor penyebab runtuhnya jiwa persatuan dan kesatuan bangsa. Maka dari itu diperlukan pendidikan kewarganegaraan sebagai usaha untuk menumbuhkan semangat jiwa kesatuan dan persatuan sehingga tercipta sikap integrasi nasional.
Sebagai generasi penerus bangsa, integrasi nasional haruslah dijaga dengan sebuah komitmen untuk memperkuat rasa saling peduli, tanggung jawab serta sikap saling gotong royong untuk terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Maka dari itu, Integrasi Nasional dijadikan sebuah pedoman untuk menciptakan sebuah sikap kepedulian terhadap sesama, dengan rasa persatuan yang tinggi kepada sesama tanpa melihat dari segi suku, budaya, ras, maupun agama setiap individu.
1.2    Rumusan Masalah
1.        Apakah definisi dari Integrasi Nasional ?
2.        Seberapa pentingkah Integrasi Nasional bagi Bangsa Indonesia ?
3.        Apa itu Strategi Integrasi Nasional?
4.        Bagaimana perwujudan Strategi Integrasi Nasional?
5.        Apa saja syarat Integrasi Nasional?
6.        Apa saja jenis – jenis Integrasi ?
7.        Apa sajakah faktor-faktor yang memengaruhi integrasi nasional ?
8.        Apa sajakah ancaman terhadap Integrasi Nasional ?
1.3    Tujuan
1.        Mengetahui definisi Integrasi Nasional.
2.        Mengetahui pentingnya Integrasi Nasional bagi Bangsa Indonesia
3.        Mengetahui Strategi Integrasi Nasional
4.        Mengetahui perwujudan Strategi Integrasi Nasional
5.        Mengetahui syarat Integrasi Nasional
6.        Mengetahui jenis – jenis Integrasi
7.        Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi integrasi nasional
8.        Mengetahui ancaman terhadap Integrasi Nasional
























BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Definisi Integrasi Nasional
A.  Secara etimologi
Integrasi nasional berasal dari bahasa Latin yaitu Integrate yang artinya memberi tempat bagi unsur tertentu demi mewujudkan suatu keseluruhan. Sementara itu, kata Nasional berasal dari bahasa Inggris yaitu Nation yang artinya bangsa. Jadi istilah Nasional ini mengandung beberapa pengertian yaitu kebangsaan dan bersifat bangsa sendiri. Integrasi memiliki dua pengertian (1) membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu dan (2) pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu.
B.  KBBI
Integrasi berarti pembaruan hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Sedangkan nasional berarti bersifat kebangsaan atau berasal dari bangsa sendiri.
C.  Secara politis
Integrasi nasional memiliki arti penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitasional.
D.  Secara Antropologi
Integrasi berarti bahwa proses penyesuaian diantara unsur serta kebudayaan yang berbeda sehingga menapai sebuah kesatuan dalam kehidupan masyarakat.
E.  Menurut para ahli
Menurut Arfani Integrasi nasional adalah pembentukan suatu identitas nasional dan penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam suatu kesatuan wilayah.
Menurut Saafroedin Bahar pengertian integrasi nasional adalah upaya menyatukan seluruh unsur suatu negara dengan pemerintah dan wilayahnya. Mengintegrasikan berarti membuat untuk atau menempurnakan dengan jalan menyatukan unsur-unsur yang awalnya terpisah.
Menurut Nazaruddin Sjamsuddin, integrasi nasional adalah proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupan yaitu sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
J. Soedjati Djiwandono mengatakan bahwa pengertian integrasi nasional adalah cara bagaimana kelestarian persatuan nasional yang dalam arti luasnya dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.
Soedjati juga berpendapat bahwa integrasi nasional Indonesia adalah hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa, menjadi satu kesatuan bangsa resmi, serta direalisasikan dalam satu kesepakatan nasional melalui sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928.
Myron Weiner mengatakan bahwa integrasi nasional adalah proses penyatuan dari berbagai kelompok sosial dan budaya dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu identitas nasional. Demikian, menurutnya integrasi itu ada lima jenis yaitu integrasi nasional, integrasi wilayah, integrasi nilai, integrasi elit-massa, dan integrasi tingkah laku.
Menurut Howard Wriggins integrasi nasional adalah penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu masyarakat menjadi suatu kesatuan yang lebih utuh atau memadukan beberapa masyarakat kecil menjadi suatu kesatuan.
2.2    Pentingnya Integrasi Nasional
Indonesia dikenal akan keanekaragaman suku, budaya, dan agama. Namun, seiring berkembangnya zaman membuat perilaku masyrakat Indonesia, utamanya kaum muda kian lama menjadi pribadi yang acuh tak acuh dan mudah terhasut, lama kelamaan masyarakat Indonesia akan meninggalkan budaya gotong royong sehingga membuat upaya Integrasi tidak terwujud. Disinilah peran dari Integrasi Nasional sebagai salah satu cara untuk menyatukan berbagai perbedaan, masih belum disadari oleh masyarakat Indonesia. Integrasi dapat dikatakan sebagai sebuah langkah untuk menyatukan masyarakat dari berbagai macam suku dan budaya serta menyatukan berbagai macam agama yang ada di Indonesia.
Upaya dalam pengintegrasian terus dilakukan sebagai wujud dari pembentukan karakter masyarakat yang ber Bhineka Tunggal Ika, yang artinya menjadi sebuah kesatuan dalam setiap perbedaan yang ada dan harus dihargai keberadaannya. Dengan saling menghargai perbedaan dan sikap toleransi inilah nantinya yang menjadi poin penting dalam mencapai tujuannya sehingga tidak akan terjadi konflik yang berkepanjangan.
2.3    Strategi  Integrasi
Permasalah akan Integrasi nasional merupakan salah satu masalah paling sering terjadi di berbagai negara. Dikutip dari Wikipedia salah satu contoh kasus mengenai Integrasi Nasional, terjadi di negara Yugoslavia pada tahun 1980-an yang dimana mengakibatkan perang antar etnis di Yugoslavia. Tak hanya itu, pada kasus ini hingga melibatkan PBB untuk turun tangan membantu menyelesaikan permasalahan baik secara politis maupun militer. Dalam hal ini pemerintah Yugoslavia dinilai masih belum mampu memberikan solusi terbaik unutk menyelesaikan masalh internal mereka. Oleh sebab itu pentingnya sebuah strategi, yang berfungsi sebagai bentuk pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas.
Strategi Integrasi Nasional merupakan penyatuan berbagai unsur dalam masyarakat berdasarkan aturan tertentu sehingga terjadi kesepakatan dan tujuan secara nasional untuk diwujudkan bersama.Tak hanya Strategi integrasi nasional merupakan penyatuan berbagai unsur dalam masyarakat berdasarkan aturan tertentu sehingga terjadi kesepakatan dan tujuan secara nasional untuk diwujudkan bersama. Dalam rangka mengupayakan terwujudnya integrasi nasional yang baik, ada beberapa strategi ditempuh, yaitu:
A.  Strategi Asimilasi
Asimilasi adalah proses perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang terjadi di dalam kehidupan masyakat, hingga membentuk kebuayaan baru yang bisa diterima sehingga dalam kebudayaan yang baru itu tidak tampak lagi identitas masing-masing  budaya pembentuknya. Ketika asimilasi ini menjadi sebuah strategi integrasi nasional, berarti bahwa negara mengintegrasikan masyarakatnya dengan mengupayakan agar unsur-unsur budaya yang ada dalam negara itu benar-benar melebur menjadi satu dan tidak lagi menampakkan identitas budaya kelompok atau budaya lokal.
B.  Strategi Akulturasi
Akulturasi adalah berpadun diantara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda dan bersatu dalam upaya membentuk kebudayaan baru tanpa dengan maksud menghilangkan kepribadian kebudayaannya yang asli dimana ciri-ciri budaya asli pembentuknya masih tampak dalam kebudayaan baru tersebut. Apabila akulturasi ini. Dengan strategi yang demikian tampak bahwa upaya mewujudkan integrasi nasional dilakukan dengan tetap menghargai unsur-unsur budaya  kelompok atau budaya lokal, walaupun penghargaan tersebut dalam kadar yang  tidak  terlalu  besar.
C.  Strategi Pluralis
Paham pluralis merupakan paham yang menghargai terdapatnya perbedaan dalam masyarakat. Paham pluralis pada prinsipnya  mewujudkan integrasi nasional dengan memberi kesempatan pada segala unsur perbedaan yang ada dalam masyarakat  untuk hidup dan  berkembang. Ini berarti bahwa  dengan strategi pluralis, dalam mewujudkan integrasi nasional negara memberi kesempatan kepada semua unsur keragaman dalam negara, baik suku, agama, budaya daerah, dan perbedaan-perbedaan lainnya  untuk tumbuh  dan berkembang, serta hidup berdampingan secara damai.  Jadi integrasi nasional diwujudkan dengan tetap menghargai terdapatnya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat.
2.4    Perwujudan Strategi Integrasi Nasional
Intergrasi nasional merupakan salah satu cara untuk menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia, dimana salah satu contohnya yaitu antara pemerintah dengan wilayahnya. Integrasi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu langkah yang baik untuk menyatukan sesuatu yang semula terpisah menjadi suatu keutuhan yang baik bagi bangsa Indonesia, misal menyatukan berbagai macam suku dan budaya yang ada serta menyatukan berbagai macam agama di Indonesia.
Pentingnya Strategi Integrasi Nasional menjadi sebuah langkah efektif sebagai solusi dari berbagai permasalah mengenai Integrasi Nasional. Dalam hal ini strategi Integrasi Nasional berperan sebagai pembentukan karakter nasionalis. Hal ini berdasarkan pengertian Strategi Integrasi Nasional sendiri, yaitu penyatuan berbagai unsur dalam masyarakat berdasarkan aturan tertentu sehingga terjadi kesepakatan dan tujuan secara nasional untuk diwujudkan bersama. Disinilah timbul sebuah budaya baru yang muncul di tengah masyarakat milenal saat ini.
Di era saat ini, Akulturasi menjadi sebuah cara baru untuk mengekspresikan gagasan atau ide para seniman muda di Indonesia. Perpaduan budaya Indonesia dengan modernisasi dapat menciptakan sebuah karya baru yang cukup diminati oleh khalayak luas. Dengan menciptakan sebuah perpaduan antara budaya Indonesia dengan hal – hal baru tersebut memiliki dampak yang terbilang cukup besar di kalangan masyarakat. Dengan inovasi baru yang konten kreator ciptakan, membuat stigma baru bagi masyarakat, dimana mereka mulai menyadari akan keindahan seni dan budaya yang ada di Indonesia, dan cara ini secara tidak langsung membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat budaya lokal.
Salah satu bentuk akulturasi tersebut yaitu dalam bidang seni musik. Campursari merupakan salah satu jenis musik yang merupakan perpaduan antara beberapa genre musik yang berbeda, baik dari segi instrumen pengirinngnya maupun musikalitasnya. Yang menjadi keunikan dalam musik campursari yaitu musik – musik tersebut diadopsi dari lagu langgam keroncong dan lagu dari gamelan atau gending. Selain musik campursari, bentuk akulturasi di bidang seni musik juga dikemas sedemikian rupa dalam sebuah lagu modern dance yang di aransemen oleh Eka Gustiwana, yang merupakan salah satu konten kreator yang sedang naik daun. Dalam lagunya yang berjudul “tersimpan di hati” menambah warna baru bagi dunia musik dalam menggaet kebudayaan lokal yang ada di Indonesia. Dalam lagu tersebu Eka memberikan nuansa kearifan lokal yang ada di setiap penjuru daerah di Indonesia, serta memberikan sentuhan alat musik tradisional dan lantunan seorang sinden. Dengan perpaduan antara budaya lokal dengan musik modern dance yang notabene penikmatnya anak muda, dapat mampu membangkitkan kembali rasa nasionalisme dikalangan remaja saat ini.
Akukturasi di bidang desain pakaian juga menjadi salah satu bentuk penggabungkan dua hal yang tadinya saling bertolak belakang menjadi sebuah kesatuan yang indah. Perbedaan corak pakaian di tiap – tiap daerah di Indosnesia yang mendasari para desainer muda untuk membuat inovasi serta desain yang mampu mencerminkan kebudayaan di Indonesia dengan dipadukan gaya modern.
Upaya mengintegrasikan Indonesia, melalui akulturasi atau penggabungan perbedaan-perbedaan yang ada haruslah diakui dan dihargai, sehingga dapat terciptanya sebuah integrasi nasional. Integrasi nasional penting untuk diwujudkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dikarenakan integrasi nasional merupakan suatu cara yang dapat menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia
2.5    Syarat Integrasi Nasional
Untuk terciptanya sebuah Integrasi Nasional, suatu daerah atau negara harus memiliki beberapa hal penting agar Integrasi tersebut dapat terbentuk. Berikut merupakan syarat dalam membentuk Integrasi Nasional :
A.  Kesadaran
Rasa kesadaran merupakan hal yang penting dalam mewujudkan Integrasi Nasional, khsusunya kesadaran akan perbedaan dan saling menghargai antara satu dengan yang lainnya. Selain itu juga adanya rasa kesadaran akan pentingnya saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
B.  Konsensus bersama
Untuk masyarakat yang majemuk seperti Indonesia ini, pastinya ada suatu kesepakatan atau konsensus bersama mengenai aturan dan nilai dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu bertujuan agar keragaman tidak menjadi penghalang untuk mewujudkan nilai persatuan dan kesatuan.
C.  Nilai dan Norma
Dalam suatu kehidupan berbangsa dan bernegara pastinya ada nilai dan norma yang harus ditaati oleh setiap anggotanya. Hal itu memang sudah menjadi kesepakatan bersama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari maupun bernegara. Nilai dan norma tersebut sebenarnya ada yang berbeda antara suatu kelompok dengan yang lainnya. Namun, untuk nilai dan norma yang sama itu seringkali dalam skala nasional yang sifatnya universal atau menyeluruh bagi setiap masyarakat meskipun mereka juga beragam.
2.6    Jenis Integrasi
Menurut Myron Weiner dalam Ramlan Surbakti (2010), penggunaan kata Integrasi Nasional dinilia kurang cocok, sehingga dia membuat istilah baru yaitu Integrasi Politik, yang berarti penyatuan masyarakat dengan sistem politik. Integrasi Politik dibagi atas beberapa jenis, yakni :
A.    Integrasi bangsa
Integrasi bangsa adalah proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu pembentukan identitas nasional. Ini dilakukan untuk membangun rasa kebangsaan dalam suatu wilayah.
B.   Integrasi wilayah
Integrasi wilayah yaitu pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat di atas unit-unit sosial yang lebih kecil yang beranggotakan kelompok kelompok sosial budaya masyarakat tertentu.
C.  Integrasi nilai
Integrasi nilai, yakni adanya persetujuan atau konsensus  terhadap nilai- nilai bersama yang diperlukan untuk memelihara nilai sosial.
D.  Integrasi elit-massa
Integrasi elit- massa adalah kemampuan menghubungkan antara yang memerintah dengan yang diperintah, antara penguasa dengan rakyat.
E.   Integrasi tingkah laku
Integrasi tingkah laku, yakni kemampuan orang-orang di dalam masyarakat untuk berorganisasi, bekerja sama demi mencapai tujuan bersama dan yang bermanfaat.
2.7    Faktor faktor dalam Integrasi Nasional
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam Integrasi Nasional, berikut faktor faktor tersebut :
A.    Faktor Pendukung Integrasi Nasional
a)      Penggunaan bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Sebagaimana demikian dalam Sumpah Pemuda yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuaan Bahasa Indonesia”
b)      Semangat persatuan serta kesatuan di dalam Bangsa
Kesadaran akan persatuan perlu dimunculkan dalam semangat persatuan dan kesatuan, hal ini diperlukan untuk menjalin rasa kekeluargaan, persahabatan, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama dan bersikap nasionalisme, serta menjalin rasa kemanusiaan yang memiliki sikap dan toleransi serta keharmonisan untuk hidup secara berdampingan.
c)      Adanya jiwa dan rasa semangat dalam bergotong royong
Gotong royong berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Sikap gotong royong adalah bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama tanpa pamrih dan secara sukarela oleh semua komponen masyarakat menurut batas kemampuannya masing-masing.
B.     Faktor Pendorong Integrasi Nasional
Faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kemajuan suatu proses atau tindakan tertentu yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok. Dalam mewujudkan integrasi nasional, terdapat beberapa faktor yang mendorong terwujudnya integrasi nasional di Indonesia. Adapun faktor pendorong tersebut diantaranya:
a)      Adanya rasa yang senasib
Jika di masa lalu rasa senasib seperjuangan digunakan untuk memujudkan kemerdekaan Indonesia, di era sekarang ini rasa senasib seperjuangan digunakan untuk memperkuat stabilitas nasional demi terwujudnya persatuan Indonesia dalam integrasi nasional.
b)      Adanya ideologi nasional
Melalui pemaknaan ideologi nasional yaitu Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, integrasi nasional akan lebih mudah untuk diwujudkan.
C.    Faktor Penghambat Intergrasi Nasional
Faktor penghambat sendiri merupakan suatu penghalang untuk melakukan tindakan secara individu maupun kelompok. Beberapa faktor penghambat terwujudnya integrasi nasional diantaranya:
a)      Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan
Banyaknya suku dan kebudayaan di Indonesia membuat sebuah stigma dalam masyrakat seiring perkembangan zaman. Di era saat ini, penghargaan terhadap budaya nasional sangatlah dibutuhkan, tak hanya di lestarikan, namun mempelajari dan merrawat budaya itu sendiri juga termasuk bentuk penghormatan atau penghargaan bagi budaya tersebut.
b)      Kurangnya toleransi antar sesama golongan.
Sikap Intoleransi juga masih menjadi penghambat dari Integrasi Nasional. Kurangnya toleransi terhadap keberagaman dan kemajemukan yang ada di masyakat menjadi salah satu penyebab konflik sosial. Dampaknya mengakibatkan akibat konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat terutama dalam hal yang berkaitan dengan toleransi akan mengurangi rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
c)      Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-masing rakyat Indonesia
Membangun karakter dalam diri masyrakat juga termasuk sebagai penghambat terwujudnya Integrasi Nasional di era saat ini. Sikap individualis dan apatisme juga masih ada di masyarakat kita saat ini. Apabila hal ini terus meneus tertanam di dalam setiap individu, maka rasa persatuan yang menjadi konsep dalam Integrasi Nasional menjadi susah untuk diwujudkan. Oleh karena itu, diperlukan langkah – langkah untuk membangun sebuah karakter peduli antar sesama untuk meningkatkan kesadaran diri untuk mewujudkan rasa peratuan dan kesatuan demi terwujusnya Integrasi Nasional bangsa.
d)     Ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan
Pemerataan ekonomi juga dinilai masih belum terpenuhi. Ketimpangan sosial diantara masyarakat juga masih terlihat jelas. Pemberlakuan otonomi daerah diberlakukan agar setiap daerah yang diberi kekuasaan dapat melakukan kebijakan sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yaitu “keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” dengan ini diharapkan setiap daerah tersebut mampu menyeimbangkan ketimpangan sosial tersebut.
2.8    Ancaman dalam Integrasi Nasional
Banyak sekali upaya untuk menggangu ketentraman sebuah negara yang berdaulat, baik itu dari luar maupun dalam negeri itu sendiri dalam berbagai dimensi kehidupan. Ancaman tersebut biasanya berupa ancaman militer dan nonmiliter. Berikut ini diuaraikan secara singkat ancaman yang dihadapi Bangsa Indonesia baik berupa ancaman militer maupun non-milter.
A.    Ancaman Militer
Ancaman militer adalah ancarnan yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer dapat berbentuk agresi, pelanggaran wilayah, spionase, sabotase, aksi teror bersenjata, pemberontakan, dan perang saudara. Ancaman militer ini dibagi menjadi dua yaitu:
a)      Ancaman Militer Dalam Negeri
Disintegrasi bangsa, melalui macam-macam gerakan separatis beradasarkan sebuah sentimen kesukuan atau pemberontakan akibat ketidak puasan daerah terhadap kebijakan pemerintahan pusat.
1.      Keresahan sosial akibat ketimpangan kebijakan ekonomi dan pelanggaran hak asasi manusia yang pada gilirannya dapat mengakibatkan suatu kerusuhan masal.
2.      Makar dan penggulingan pemerintahan yang sah dan konstitusional
3.      Ancaman Militer Luar Negeri
4.      Pelanggaram batas negara yang dilakukan oleh negara lain.
5.      Pemberontakan senjata yang dilakukan oleh negara lain.
6.      Aksi teror yang dilakukan oleh terorisme internasional.

b)      Ancaman Militer Dalam Negeri
1.      Agresi, pengertian dari agresi adalah ancaman militer yang menggunakan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap suatu negara yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah negara tersebut, dan juga membahayakan keselamatan segenap bangsa tersebut.
2.      Invasi, cara.bentuk dalam melakukan agresi terhadap suatu negara yang pertama adalah invasi yaitu suatu serangan yang dilakukan oleh kekuatan bersenjata negara lain terhadap wilayah NKRI
3.      Bombardemen, cara/bentuk dalam melakukan agresi terhadap suatu negara yang kedua adalah bombardemen yang mempunyai pengertian suatu penggunaan senjata lainnya yang dilakukan oleh angkatan bersenjata negara lain terhadap NKRI
4.      Blokade, cara/bentuk dalam melakukan agresi yang terhakshir adalah blokade, yang dilakukan di daerah pelabuhan atau pantai atau wilayah udara NKRI yang dilakukan oleh angkatan bersenjata negara lain, dan lain-lain.
5.      Spionase adalah ancaman militer yang dilakukan terhadap suatu negara yang kegiatannya berupa mata-mata dan dilakukan oleh negara lain yang bertujuan untuk mencari dan mendapatkan dokumen rahasia militer suatu negara.
6.      Sabotase, adalah ancaman militer yang dilakukan oleh suatu negara yang kegiatannya mempunyai tujuan untuk merusak instalasi militer dan obyek vital nasional. Tentunya sabotase ini dapat membahayakan keselamatan suatu bangsa.
7.      Ancaman militer yang berupa aksi teror bersenjata yang dilakukan oleh suatu jaringan terorisme yang luas (internasional) atau ancaman yang dilakukan oleh teroris internasional yang bekerjasama dengan terorisme lokal (dalam negeri).
8.      Ancaman militer terhadap suatu negara dapat juga berbentuk suatu pemberontakan yang mana pemberontakan tersebut juga menggunakan senjata.Selain pemberontakan, terjadinya perang saudara yang menggunakan  senjata juga termasuk ancaman militer.
B.     Ancaman Non Militer
Ancaman non militer atau nin-niliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer, yaitu tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat sepeni ancaman militer. Ancaman nonmiliter berbentuk ancaman terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, penahanan dan keamanan. Berikut ini adalah beberapa contoh ancaman yang berbentuk non militer :
a)      Ancaman Berdimensi Ideologi
Sistem politik internasional mengalami perubahan semenjak Uni Soviet runtuh, sehingga paham komunis tidak populer lagi, akan tetapi, potensi ancaman berbasis ideologi masih tetap diperhitungkan. Ancaman berbasis ideologi ini bisa juga dalam bentuk penetrasi nilai-nilai kebebasan (liberalisme) sehingga bisa memicu terjadinya proses disintegrasi bangsa.
b)      Ancaman Berdimensi Politik
Politik merupakan instrumen utama dalam menggerakkan perang. Hal ini membuktikan jika ancaman politik bisa menumbangkan suatu rezim pemerintahan, bahkan juga bisa menghancurkan suatu negara. Masyarakat internasional mengintervensi suatu negara melalui politik seperti contohnya Hak Asasi Manusia (HAM), demokratisasi, penanganan lingkungan hidup, serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih serta akuntabel.
c)      Ancaman Berdimensi Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu penentu posisi tawar dari setiap negara dalam pergaulan internasional. Kondisi ekonomi tentu sangat menentukan dalam pertahanan negara. Ancaman berdimensi ekonomi ini dapat berasal dari internal bisa berupa inflasi, pengangguran, infrastruktur yang tidak memadai, serta sistem ekonomi yang tak cukup jelas dan juga berasal dari eksternal bisa berbentuk kinerja ekonomi yang buruk, daya saing yang rendah, tidak siapnya dalam menghadapi era globalisasi serta tingkat ketergantungan terhadap pihak asing.
d)     Ancaman Berdimensi Sosial Budaya
Ancaman sosial budaya bisa berupa isu-isu mengenai kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, serta ketidakadilan yang menjadi dasar timbulnya konflik vertikal, antara b pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, beserta dengan konflik horizontal yakni suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
e)      Ancaman Berdimensi Teknologi Informasi
Kemajuan akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan sangat pesat serta memberikan manfaat yang sangat besar bagi seluruh masyarakat, namun, kejahatan juga terus mengikuti perkembangan tersebut, seperti contohnya kejahatan cyber dan kejahatan perbankan.
f)       Ancaman Berdimensi Keselamatan Umum
Ancaman untuk keselamatan umum bisa terjadi karena bencana alam, misal gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Ancaman yang disebabkan oleh manusia, misal penggunaan obat-obatan dan penggunaan bahan kimia, pembuangan limbah industri, kebakaran, hingga kecelakaan alat-alat transportasi.















BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Integrasi nasional merupakan salah satu kasus yang terjadi di setiap negara di dunia. Sama halnya dengan negara Indonesia yang masih dibayangi oleh persoalan mengenai Integrasi Nasional.
Stratetgi Integrasi Nasional merupakan penyatuan berbagai unsur dalam masyarakat berdasarkan aturan tertentu sehingga terjadi kesepakatan dan tujuan secara nasional untuk diwujudkan bersama. Dalam salah satu strateginya yaitu Strategi Akulturasi menjadi sebuah langkah mudah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan sikap nasionalisme masyarakat yang saat ini mulai hilang.
Maka dari itu kita perlu memahami makna integrasi serta faktor apa saja yang menghambatnya. Hal yang paling penting dari semua ini yaitu rasa persatuan dan kesatuan dalam berbagai perbedaan baik suku, ras, agama, budaya dan bahasa.
3.2    Saran
Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam membangun sebuah Integasi Nasional. Dapat melalui perpaduan budaya, terciptanya perasaan tenggang rasa, menjalin gotong royong, dll. Untuk mencapai Integrasi bukan perkara mudah, tetapi membutuhkan proses yang panjang serta pemahaman yang lebih untuk sadar akan perbedaan yang ada. Peran pemerintah diharapkan ampu menjaga kestabilan, baik dari segi pembangunan hingga pelayanan yang memadai agar tidak timbul rasa ketidakadilan dalam stigma masyarakat. Selain pemyingnya perna pemerintah, masyarakat juga harsu ikut andil dalam mewujudkan Integrasi Nasional ini dengan saling menghormati dan menghargai agar rasa nasionalitas dapat terwujud di masyarakat baik dengan Strategi Integrasi Nasional maupun cara lainnnya yang dianggap sesuai dan nyaman bagi mereka.









Daftar Pustaka
Anonim, 2020, Pembubaran Yugoslavia,       https://id.wikipedia.org/wiki/Pembubaran_Yugoslavia,11 April 2020
Astawa, I Putu Ari, 2017, Integrasi Nasional,            https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/6bfed1ab6721a7e36e217799d6017            60.pdf. 11 April 2020
Bahin, 2017, Integrasi Nasional Apakah Penting,            https://www.kompasiana.com/banhin/590fc930cf7a61da048b4567/integrasi-nasional         apakah-penting, 11 April 2020
Diniari, Embun Bening, 2017, Pengertian Integrasi Nasional Dalam Konteks Indonesia,            https://blog.ruangguru.com/pengertian-integrasi-nasional-dalam-konteks-indonesia, 12 April 2020
Dosensosiologi, 2018, Pengertian Akulturasi Budaya dan Contohnya Lengkap,            https://dosensosiologi.com/pengertian-akulturasi-budaya-dan-contohnya-lengkap/, 12 April 2020
Dosensosiologi, 2018, Pengertian Asimilasi, Ciri, Syarat, Faktor, dan Contohnya Lengkap,            https://dosensosiologi.com/pengertian-asimilasi-ciri-syarat-faktor-dan-contohnyalengkap/, 12 April 2020
JealousBird32, 2017, Integrasi Nasional Indonesia (strategi integrasi dan faktor penghambat),            https://jasmerahmaroon.blogspot.com/2017/10/integrasi-nasional-indonesia strategi.html, 13 April 2020
KoranJakarta, 2017, Bhineka Tunggal Ika harus Jadi Strategi Interasi Bangsa,        http://www.koran-jakarta.com/bhinneka-tunggal-ika-harus-jadi-strategi-integrasi          bangsa/,  13 April 2020
Marlina, Wulan, 2018, Integrasi Nasional,            https://www.academia.edu/35021466/PKN_INTEGRASI_NASIONAL, 11 April 2020
Sosiologis, 2018, Contoh Akulturasi kehidupan sehari - hari,http://sosiologis.com/contoh-akulturasi, 13 April 2020
TheGorbalsla, 2018, Integrasi Nasional, https://thegorbalsla.com/integrasi-nasional/,14 April          2020
Wiyoso, Joko, 2007, Campursari: Suatu Bentuk Akulturasi Budaya Dalam Musik,            https://www.neliti.com/id/publications/62442/campursari-suatu-bentuk-akulturasi   budaya-dalam-musik, 14 April 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar