Makalah Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan
“Pentingnya Strategi Integrasi
Nasional dalam Mewujudkan Nasionalisme”
Oleh :
Ardiasho Fadhilla
NIM : 191910301094
Dosen Pengampu :
Mrr. Ratna Endang Widuatie
NIP : 196907271997022001
Universitas Jember
Fakultas Teknik
2020
Kata Pengantar
Puji
dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat karunia-Nya, tugas makalah
yang diberikan oleh ibu Ratna Endang Widuatie sebagai dosen pengampu mata
kuliah umum Pendidikan Kewarganegaraan dengan topik “Pentingnya Strategi
Integrasi Nasional dalam Mewujudkan Nasionalisme” dapat diselesaikan tepat
waktu. Pada makalah ini saya selaku penulis mengambil judul “Akulturasi sebagai
Bentuk Nasionalisme dalam Strategi Integrasi Nasional”. Adapun tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk memberikan wawasan bagi mahasiswa mengenai mata kuliah
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. oleh
karena itu, kami mengharapkan adanya kritik serta saran yang membangun dari
berbagai pihak, agar lebih baik lagi.
Semoga
makalah ini bermanfaat dan dapat memberikan informasi yang berguna bagi
pembaca, terutama mahasiswa, sebagai bentuk perwujudan dari integrasi nasional
dalam lingkungan mereka itu sendiri.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Perkembangan akan teknologi informasi dan komunikasi
telah memberikan kemudahan bagi tiap individu yang ada di dunia, termasuk di
Indonesia. Namun dalam realitasnya, masih banyak masyarakt yang buta akan kemudahan mendapatkan
informasi di era saat ini. Salah satu kebutaan
tersebut mengenai pengetahuan akan kebudayaan Indonesia masih sangatlah
kurang, anak muda zaman sekarang yang notabene
sebagai kaum milenial lebih mengetahui akan kebudayaan luar, sehingga
membuat pengetahuan mengenai kebudayaan yang ada di indonesia masih kurang.
Dengan adanya pengaruh luar inilah yang menyebabkan gaya serta perilaku mereka
berubah menjadi acuh tak acuh terhadap persatuan dan menjadikan karakter baru
yaitu sifat apatisme, dengan mementingkan kepentingannya sendiri, tanpa rasa
peduli terhadap sesamanya.
Menurut nasikun (2004: 34), bangsa Indonesia merupakan
bangsa yang majemuk baik secara etnis, budaya, dan agama. Sedangkan menurut
Tuahunse (2009:25), berpendapat proses perjuangan pergerakan nasional Indonesia
tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka, dijiwai dengan semangat persatuan
dan kesatuan. Tapi, dalam kehidupan sehari hari, sikap rasa persatuan dan
kesatuan mulai luntur seiring perkembangan zaman. Sifat masyarakat Indonesia
yang indiviualisme menjadi salah satu faktor penyebab runtuhnya jiwa persatuan
dan kesatuan bangsa. Maka dari itu diperlukan pendidikan kewarganegaraan
sebagai usaha untuk menumbuhkan semangat jiwa kesatuan dan persatuan sehingga
tercipta sikap integrasi nasional.
Sebagai generasi penerus bangsa, integrasi nasional
haruslah dijaga dengan sebuah komitmen untuk memperkuat rasa saling peduli,
tanggung jawab serta sikap saling gotong royong untuk terciptanya kesejahteraan
dan kemakmuran bangsa. Maka dari itu, Integrasi Nasional dijadikan sebuah
pedoman untuk menciptakan sebuah sikap kepedulian terhadap sesama, dengan rasa
persatuan yang tinggi kepada sesama tanpa melihat dari segi suku, budaya, ras,
maupun agama setiap individu.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apakah definisi
dari Integrasi Nasional ?
2.
Seberapa pentingkah
Integrasi Nasional bagi Bangsa Indonesia ?
3.
Apa itu Strategi
Integrasi Nasional?
4.
Bagaimana
perwujudan Strategi Integrasi Nasional?
5.
Apa saja syarat
Integrasi Nasional?
6.
Apa saja jenis –
jenis Integrasi ?
7.
Apa sajakah
faktor-faktor yang memengaruhi integrasi nasional ?
8.
Apa sajakah ancaman
terhadap Integrasi Nasional ?
1.3
Tujuan
1.
Mengetahui definisi
Integrasi Nasional.
2.
Mengetahui
pentingnya Integrasi Nasional bagi Bangsa Indonesia
3.
Mengetahui Strategi
Integrasi Nasional
4.
Mengetahui
perwujudan Strategi Integrasi Nasional
5.
Mengetahui syarat
Integrasi Nasional
6.
Mengetahui jenis –
jenis Integrasi
7.
Mengetahui
faktor-faktor yang memengaruhi integrasi nasional
8.
Mengetahui ancaman
terhadap Integrasi Nasional
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Definisi Integrasi Nasional
A.
Secara etimologi
Integrasi
nasional berasal dari bahasa Latin yaitu Integrate yang artinya memberi tempat
bagi unsur tertentu demi mewujudkan suatu keseluruhan. Sementara itu, kata
Nasional berasal dari bahasa Inggris yaitu Nation yang artinya bangsa. Jadi
istilah Nasional ini mengandung beberapa pengertian yaitu kebangsaan dan
bersifat bangsa sendiri. Integrasi memiliki dua pengertian (1) membuat suatu
keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu dan (2) pengendalian terhadap
konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu.
B.
KBBI
Integrasi berarti pembaruan
hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Sedangkan nasional berarti
bersifat kebangsaan atau berasal dari bangsa sendiri.
C.
Secara politis
Integrasi nasional memiliki
arti penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah
nasional yang membentuk suatu identitasional.
D.
Secara Antropologi
Integrasi berarti bahwa proses
penyesuaian diantara unsur serta kebudayaan yang berbeda sehingga menapai
sebuah kesatuan dalam kehidupan masyarakat.
E.
Menurut para ahli
Menurut
Arfani Integrasi nasional adalah pembentukan suatu identitas nasional dan
penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam suatu kesatuan wilayah.
Menurut
Saafroedin Bahar pengertian integrasi nasional adalah upaya menyatukan seluruh
unsur suatu negara dengan pemerintah dan wilayahnya. Mengintegrasikan berarti
membuat untuk atau menempurnakan dengan jalan menyatukan unsur-unsur yang
awalnya terpisah.
Menurut
Nazaruddin Sjamsuddin, integrasi nasional adalah proses penyatuan suatu bangsa
yang mencakup semua aspek kehidupan yaitu sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
J.
Soedjati Djiwandono mengatakan bahwa pengertian integrasi nasional adalah cara
bagaimana kelestarian persatuan nasional yang dalam arti luasnya dapat didamaikan
dengan hak menentukan nasib sendiri.
Soedjati
juga berpendapat bahwa integrasi nasional Indonesia adalah hasrat dan kesadaran
untuk bersatu sebagai suatu bangsa, menjadi satu kesatuan bangsa resmi, serta
direalisasikan dalam satu kesepakatan nasional melalui sumpah pemuda pada 28
Oktober 1928.
Myron
Weiner mengatakan bahwa integrasi nasional adalah proses penyatuan dari
berbagai kelompok sosial dan budaya dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu
identitas nasional. Demikian, menurutnya integrasi itu ada lima jenis yaitu
integrasi nasional, integrasi wilayah, integrasi nilai, integrasi elit-massa,
dan integrasi tingkah laku.
Menurut
Howard Wriggins integrasi nasional adalah penyatuan bagian yang berbeda-beda
dari suatu masyarakat menjadi suatu kesatuan yang lebih utuh atau memadukan
beberapa masyarakat kecil menjadi suatu kesatuan.
2.2
Pentingnya Integrasi Nasional
Indonesia
dikenal akan keanekaragaman suku, budaya, dan agama. Namun, seiring
berkembangnya zaman membuat perilaku masyrakat Indonesia, utamanya kaum muda
kian lama menjadi pribadi yang acuh tak acuh dan mudah terhasut, lama kelamaan
masyarakat Indonesia akan meninggalkan budaya gotong royong sehingga membuat
upaya Integrasi tidak terwujud. Disinilah peran dari Integrasi Nasional sebagai
salah satu cara untuk menyatukan berbagai perbedaan, masih belum disadari oleh
masyarakat Indonesia. Integrasi dapat dikatakan sebagai sebuah langkah untuk
menyatukan masyarakat dari berbagai macam suku dan budaya serta menyatukan
berbagai macam agama yang ada di Indonesia.
Upaya
dalam pengintegrasian terus dilakukan sebagai wujud dari pembentukan karakter
masyarakat yang ber Bhineka Tunggal Ika, yang artinya menjadi sebuah kesatuan
dalam setiap perbedaan yang ada dan harus dihargai keberadaannya. Dengan saling
menghargai perbedaan dan sikap toleransi inilah nantinya yang menjadi poin
penting dalam mencapai tujuannya sehingga tidak akan terjadi konflik yang
berkepanjangan.
2.3
Strategi Integrasi
Permasalah
akan Integrasi nasional merupakan salah satu masalah paling sering terjadi di
berbagai negara. Dikutip dari Wikipedia
salah satu contoh kasus mengenai Integrasi Nasional, terjadi di negara
Yugoslavia pada tahun 1980-an yang dimana mengakibatkan perang antar etnis di
Yugoslavia. Tak hanya itu, pada kasus ini hingga melibatkan PBB untuk turun
tangan membantu menyelesaikan permasalahan baik secara politis maupun militer.
Dalam hal ini pemerintah Yugoslavia dinilai masih belum mampu memberikan solusi
terbaik unutk menyelesaikan masalh internal mereka. Oleh sebab itu pentingnya
sebuah strategi, yang berfungsi sebagai bentuk pendekatan secara keseluruhan
yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah
aktivitas.
Strategi
Integrasi Nasional merupakan penyatuan berbagai unsur dalam masyarakat berdasarkan
aturan tertentu sehingga terjadi kesepakatan dan tujuan secara nasional untuk
diwujudkan bersama.Tak hanya Strategi integrasi nasional merupakan penyatuan
berbagai unsur dalam masyarakat berdasarkan aturan tertentu sehingga terjadi
kesepakatan dan tujuan secara nasional untuk diwujudkan bersama. Dalam rangka
mengupayakan terwujudnya integrasi nasional yang baik, ada beberapa strategi
ditempuh, yaitu:
A.
Strategi Asimilasi
Asimilasi
adalah proses perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang terjadi di dalam
kehidupan masyakat, hingga membentuk kebuayaan baru yang bisa diterima sehingga
dalam kebudayaan yang baru itu tidak tampak lagi identitas masing-masing budaya pembentuknya. Ketika asimilasi ini
menjadi sebuah strategi integrasi nasional, berarti bahwa negara
mengintegrasikan masyarakatnya dengan mengupayakan agar unsur-unsur budaya yang
ada dalam negara itu benar-benar melebur menjadi satu dan tidak lagi
menampakkan identitas budaya kelompok atau budaya lokal.
B.
Strategi Akulturasi
Akulturasi
adalah berpadun diantara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda dan bersatu dalam
upaya membentuk kebudayaan baru tanpa dengan maksud menghilangkan kepribadian
kebudayaannya yang asli dimana ciri-ciri budaya asli pembentuknya masih tampak
dalam kebudayaan baru tersebut. Apabila akulturasi ini. Dengan strategi yang
demikian tampak bahwa upaya mewujudkan integrasi nasional dilakukan dengan
tetap menghargai unsur-unsur budaya
kelompok atau budaya lokal, walaupun penghargaan tersebut dalam kadar
yang tidak terlalu
besar.
C.
Strategi Pluralis
Paham
pluralis merupakan paham yang menghargai terdapatnya perbedaan dalam
masyarakat. Paham pluralis pada prinsipnya
mewujudkan integrasi nasional dengan memberi kesempatan pada segala
unsur perbedaan yang ada dalam masyarakat
untuk hidup dan berkembang. Ini
berarti bahwa dengan strategi pluralis,
dalam mewujudkan integrasi nasional negara memberi kesempatan kepada semua
unsur keragaman dalam negara, baik suku, agama, budaya daerah, dan
perbedaan-perbedaan lainnya untuk
tumbuh dan berkembang, serta hidup
berdampingan secara damai. Jadi
integrasi nasional diwujudkan dengan tetap menghargai terdapatnya
perbedaan-perbedaan dalam masyarakat.
2.4
Perwujudan Strategi Integrasi Nasional
Intergrasi
nasional merupakan salah satu cara untuk menyatukan berbagai macam perbedaan
yang ada di Indonesia, dimana salah satu contohnya yaitu antara pemerintah
dengan wilayahnya. Integrasi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu langkah
yang baik untuk menyatukan sesuatu yang semula terpisah menjadi suatu keutuhan
yang baik bagi bangsa Indonesia, misal menyatukan berbagai macam suku dan
budaya yang ada serta menyatukan berbagai macam agama di Indonesia.
Pentingnya
Strategi Integrasi Nasional menjadi sebuah langkah efektif sebagai solusi dari
berbagai permasalah mengenai Integrasi Nasional. Dalam hal ini strategi
Integrasi Nasional berperan sebagai pembentukan karakter nasionalis. Hal ini
berdasarkan pengertian Strategi Integrasi Nasional sendiri, yaitu penyatuan
berbagai unsur dalam masyarakat berdasarkan aturan tertentu sehingga terjadi
kesepakatan dan tujuan secara nasional untuk diwujudkan bersama. Disinilah
timbul sebuah budaya baru yang muncul di tengah masyarakat milenal saat ini.
Di
era saat ini, Akulturasi menjadi sebuah cara baru untuk mengekspresikan gagasan
atau ide para seniman muda di Indonesia. Perpaduan budaya Indonesia dengan
modernisasi dapat menciptakan sebuah karya baru yang cukup diminati oleh
khalayak luas. Dengan menciptakan sebuah perpaduan antara budaya Indonesia
dengan hal – hal baru tersebut memiliki dampak yang terbilang cukup besar di
kalangan masyarakat. Dengan inovasi baru yang konten kreator ciptakan, membuat
stigma baru bagi masyarakat, dimana mereka mulai menyadari akan keindahan seni
dan budaya yang ada di Indonesia, dan cara ini secara tidak langsung membangkitkan
rasa nasionalisme masyarakat budaya lokal.
Salah
satu bentuk akulturasi tersebut yaitu dalam bidang seni musik. Campursari merupakan
salah satu jenis musik yang merupakan perpaduan antara beberapa genre musik
yang berbeda, baik dari segi instrumen pengirinngnya maupun musikalitasnya.
Yang menjadi keunikan dalam musik campursari yaitu musik – musik tersebut
diadopsi dari lagu langgam keroncong dan lagu dari gamelan atau gending. Selain
musik campursari, bentuk akulturasi di bidang seni musik juga dikemas
sedemikian rupa dalam sebuah lagu modern dance yang di aransemen oleh Eka
Gustiwana, yang merupakan salah satu konten kreator yang sedang naik daun.
Dalam lagunya yang berjudul “tersimpan di hati” menambah warna baru bagi dunia
musik dalam menggaet kebudayaan lokal
yang ada di Indonesia. Dalam lagu tersebu Eka memberikan nuansa kearifan lokal
yang ada di setiap penjuru daerah di Indonesia, serta memberikan sentuhan alat
musik tradisional dan lantunan seorang sinden. Dengan perpaduan antara budaya
lokal dengan musik modern dance yang notabene penikmatnya anak muda, dapat mampu membangkitkan kembali rasa nasionalisme
dikalangan remaja saat ini.
Akukturasi
di bidang desain pakaian juga menjadi salah satu bentuk penggabungkan dua hal
yang tadinya saling bertolak belakang menjadi sebuah kesatuan yang indah.
Perbedaan corak pakaian di tiap – tiap daerah di Indosnesia yang mendasari para
desainer muda untuk membuat inovasi serta desain yang mampu mencerminkan
kebudayaan di Indonesia dengan dipadukan gaya modern.
Upaya
mengintegrasikan Indonesia, melalui akulturasi atau penggabungan perbedaan-perbedaan
yang ada haruslah diakui dan dihargai, sehingga dapat terciptanya sebuah
integrasi nasional. Integrasi nasional penting untuk diwujudkan dalam kehidupan
masyarakat Indonesia dikarenakan integrasi nasional merupakan suatu cara yang
dapat menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia
2.5
Syarat Integrasi Nasional
Untuk
terciptanya sebuah Integrasi Nasional, suatu daerah atau negara harus memiliki
beberapa hal penting agar Integrasi tersebut dapat terbentuk. Berikut merupakan
syarat dalam membentuk Integrasi Nasional :
A.
Kesadaran
Rasa
kesadaran merupakan hal yang penting dalam mewujudkan Integrasi Nasional,
khsusunya kesadaran akan perbedaan dan saling menghargai antara satu dengan
yang lainnya. Selain itu juga adanya rasa kesadaran akan pentingnya saling
berhubungan antara satu dengan yang lainnya dalam hidup bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
B.
Konsensus bersama
Untuk
masyarakat yang majemuk seperti Indonesia ini, pastinya ada suatu kesepakatan
atau konsensus bersama mengenai aturan dan nilai dalam menjalani kehidupan
berbangsa dan bernegara. Hal itu bertujuan agar keragaman tidak menjadi
penghalang untuk mewujudkan nilai persatuan dan kesatuan.
C.
Nilai dan Norma
Dalam
suatu kehidupan berbangsa dan bernegara pastinya ada nilai dan norma yang harus
ditaati oleh setiap anggotanya. Hal itu memang sudah menjadi kesepakatan
bersama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari maupun bernegara. Nilai dan
norma tersebut sebenarnya ada yang berbeda antara suatu kelompok dengan yang
lainnya. Namun, untuk nilai dan norma yang sama itu seringkali dalam skala
nasional yang sifatnya universal atau menyeluruh bagi setiap masyarakat
meskipun mereka juga beragam.
2.6
Jenis Integrasi
Menurut
Myron Weiner dalam Ramlan Surbakti (2010), penggunaan kata Integrasi Nasional
dinilia kurang cocok, sehingga dia membuat istilah baru yaitu Integrasi
Politik, yang berarti penyatuan masyarakat dengan sistem politik. Integrasi
Politik dibagi atas beberapa jenis, yakni :
A. Integrasi bangsa
Integrasi
bangsa adalah proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam satu
kesatuan wilayah dan dalam suatu pembentukan identitas nasional. Ini dilakukan
untuk membangun rasa kebangsaan dalam suatu wilayah.
B. Integrasi wilayah
Integrasi
wilayah yaitu pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat di atas unit-unit
sosial yang lebih kecil yang beranggotakan kelompok kelompok sosial budaya
masyarakat tertentu.
C. Integrasi nilai
Integrasi
nilai, yakni adanya persetujuan atau konsensus
terhadap nilai- nilai bersama yang diperlukan untuk memelihara nilai
sosial.
D. Integrasi elit-massa
Integrasi
elit- massa adalah kemampuan menghubungkan antara yang memerintah dengan yang
diperintah, antara penguasa dengan rakyat.
E. Integrasi tingkah laku
Integrasi
tingkah laku, yakni kemampuan orang-orang di dalam masyarakat untuk
berorganisasi, bekerja sama demi mencapai tujuan bersama dan yang bermanfaat.
2.7
Faktor faktor dalam Integrasi Nasional
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi dalam Integrasi Nasional, berikut faktor faktor
tersebut :
A.
Faktor Pendukung Integrasi Nasional
a) Penggunaan bahasa Indonesia
Bahasa
Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Sebagaimana demikian dalam Sumpah
Pemuda yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa
persatuaan Bahasa Indonesia”
b)
Semangat
persatuan serta kesatuan di dalam Bangsa
Kesadaran
akan persatuan perlu dimunculkan dalam semangat persatuan dan kesatuan, hal ini
diperlukan untuk menjalin rasa kekeluargaan, persahabatan, dan sikap saling tolong-menolong
antar sesama dan bersikap nasionalisme, serta menjalin rasa kemanusiaan yang
memiliki sikap dan toleransi serta keharmonisan untuk hidup secara berdampingan.
c)
Adanya
jiwa dan rasa semangat dalam bergotong royong
Gotong
royong berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan.
Sikap gotong royong adalah bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan
dan secara bersama-sama tanpa pamrih dan secara sukarela oleh semua komponen
masyarakat menurut batas kemampuannya masing-masing.
B.
Faktor Pendorong Integrasi Nasional
Faktor
pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kemajuan suatu proses atau tindakan
tertentu yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok. Dalam mewujudkan integrasi
nasional, terdapat beberapa faktor yang mendorong terwujudnya integrasi
nasional di Indonesia. Adapun faktor pendorong tersebut diantaranya:
a)
Adanya
rasa yang senasib
Jika
di masa lalu rasa senasib seperjuangan digunakan untuk memujudkan kemerdekaan
Indonesia, di era sekarang ini rasa senasib seperjuangan digunakan untuk
memperkuat stabilitas nasional demi terwujudnya persatuan Indonesia dalam
integrasi nasional.
b)
Adanya
ideologi nasional
Melalui pemaknaan
ideologi nasional yaitu Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, integrasi nasional
akan lebih mudah untuk diwujudkan.
C.
Faktor Penghambat Intergrasi Nasional
Faktor
penghambat sendiri merupakan suatu penghalang untuk melakukan tindakan secara individu
maupun kelompok. Beberapa faktor penghambat terwujudnya integrasi nasional
diantaranya:
a) Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan
Banyaknya
suku dan kebudayaan di Indonesia membuat sebuah stigma dalam masyrakat seiring
perkembangan zaman. Di era saat ini, penghargaan terhadap budaya nasional
sangatlah dibutuhkan, tak hanya di lestarikan, namun mempelajari dan merrawat
budaya itu sendiri juga termasuk bentuk penghormatan atau penghargaan bagi
budaya tersebut.
b) Kurangnya toleransi antar sesama golongan.
Sikap
Intoleransi juga masih menjadi penghambat dari Integrasi Nasional. Kurangnya
toleransi terhadap keberagaman dan kemajemukan yang ada di masyakat menjadi
salah satu penyebab konflik sosial. Dampaknya mengakibatkan akibat konflik
sosial yang terjadi di dalam masyarakat terutama dalam hal yang berkaitan dengan
toleransi akan mengurangi rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
c) Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-masing rakyat Indonesia
Membangun
karakter dalam diri masyrakat juga termasuk sebagai penghambat terwujudnya
Integrasi Nasional di era saat ini. Sikap individualis dan apatisme juga masih
ada di masyarakat kita saat ini. Apabila hal ini terus meneus tertanam di dalam
setiap individu, maka rasa persatuan yang menjadi konsep dalam Integrasi
Nasional menjadi susah untuk diwujudkan. Oleh karena itu, diperlukan langkah –
langkah untuk membangun sebuah karakter peduli antar sesama untuk meningkatkan
kesadaran diri untuk mewujudkan rasa peratuan dan kesatuan demi terwujusnya
Integrasi Nasional bangsa.
d) Ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidakmerataan
pembangunan
Pemerataan
ekonomi juga dinilai masih belum terpenuhi. Ketimpangan sosial diantara
masyarakat juga masih terlihat jelas. Pemberlakuan otonomi daerah diberlakukan
agar setiap daerah yang diberi kekuasaan dapat melakukan kebijakan sesuai
dengan sila ke-5 Pancasila yaitu “keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”
dengan ini diharapkan setiap daerah tersebut mampu menyeimbangkan ketimpangan
sosial tersebut.
2.8
Ancaman dalam Integrasi Nasional
Banyak
sekali upaya untuk menggangu ketentraman sebuah negara yang berdaulat, baik itu
dari luar maupun dalam negeri itu sendiri dalam berbagai dimensi kehidupan.
Ancaman tersebut biasanya berupa ancaman militer dan nonmiliter. Berikut ini
diuaraikan secara singkat ancaman yang dihadapi Bangsa Indonesia baik berupa
ancaman militer maupun non-milter.
A.
Ancaman Militer
Ancaman
militer adalah ancarnan yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi
yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan
wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer dapat berbentuk
agresi, pelanggaran wilayah, spionase, sabotase, aksi teror bersenjata, pemberontakan,
dan perang saudara. Ancaman militer ini dibagi menjadi dua yaitu:
a) Ancaman Militer Dalam Negeri
Disintegrasi
bangsa, melalui macam-macam gerakan separatis beradasarkan sebuah sentimen
kesukuan atau pemberontakan akibat ketidak puasan daerah terhadap kebijakan
pemerintahan pusat.
1. Keresahan sosial akibat ketimpangan kebijakan ekonomi dan
pelanggaran hak asasi manusia yang pada gilirannya dapat mengakibatkan suatu
kerusuhan masal.
2. Makar dan penggulingan pemerintahan yang sah dan
konstitusional
3. Ancaman Militer Luar Negeri
4. Pelanggaram batas negara yang dilakukan oleh negara lain.
5. Pemberontakan senjata yang dilakukan oleh negara lain.
6. Aksi teror yang dilakukan oleh terorisme internasional.
b) Ancaman Militer Dalam Negeri
1. Agresi, pengertian dari agresi adalah ancaman militer
yang menggunakan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap suatu negara
yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah negara tersebut, dan
juga membahayakan keselamatan segenap bangsa tersebut.
2. Invasi, cara.bentuk dalam melakukan agresi terhadap suatu
negara yang pertama adalah invasi yaitu suatu serangan yang dilakukan oleh
kekuatan bersenjata negara lain terhadap wilayah NKRI
3. Bombardemen, cara/bentuk dalam melakukan agresi terhadap
suatu negara yang kedua adalah bombardemen yang mempunyai pengertian suatu
penggunaan senjata lainnya yang dilakukan oleh angkatan bersenjata negara lain
terhadap NKRI
4. Blokade, cara/bentuk dalam melakukan agresi yang terhakshir
adalah blokade, yang dilakukan di daerah pelabuhan atau pantai atau wilayah
udara NKRI yang dilakukan oleh angkatan bersenjata negara lain, dan lain-lain.
5. Spionase adalah ancaman militer yang dilakukan terhadap
suatu negara yang kegiatannya berupa mata-mata dan dilakukan oleh negara lain
yang bertujuan untuk mencari dan mendapatkan dokumen rahasia militer suatu
negara.
6. Sabotase, adalah ancaman militer yang dilakukan oleh
suatu negara yang kegiatannya mempunyai tujuan untuk merusak instalasi militer
dan obyek vital nasional. Tentunya sabotase ini dapat membahayakan keselamatan
suatu bangsa.
7. Ancaman militer yang berupa aksi teror bersenjata yang
dilakukan oleh suatu jaringan terorisme yang luas (internasional) atau ancaman
yang dilakukan oleh teroris internasional yang bekerjasama dengan terorisme
lokal (dalam negeri).
8. Ancaman militer terhadap suatu negara dapat juga
berbentuk suatu pemberontakan yang mana pemberontakan tersebut juga menggunakan
senjata.Selain pemberontakan, terjadinya perang saudara yang menggunakan senjata juga termasuk ancaman militer.
B.
Ancaman Non Militer
Ancaman
non militer atau nin-niliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman
militer, yaitu tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat sepeni
ancaman militer. Ancaman nonmiliter berbentuk ancaman terhadap ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya, penahanan dan keamanan. Berikut ini adalah beberapa
contoh ancaman yang berbentuk non militer :
a) Ancaman Berdimensi Ideologi
Sistem
politik internasional mengalami perubahan semenjak Uni Soviet runtuh, sehingga
paham komunis tidak populer lagi, akan tetapi, potensi ancaman berbasis ideologi
masih tetap diperhitungkan. Ancaman berbasis ideologi ini bisa juga dalam bentuk
penetrasi nilai-nilai kebebasan (liberalisme) sehingga bisa memicu terjadinya
proses disintegrasi bangsa.
b) Ancaman Berdimensi Politik
Politik
merupakan instrumen utama dalam menggerakkan perang. Hal ini membuktikan jika
ancaman politik bisa menumbangkan suatu rezim pemerintahan, bahkan juga bisa menghancurkan
suatu negara. Masyarakat internasional mengintervensi suatu negara melalui
politik seperti contohnya Hak Asasi Manusia (HAM), demokratisasi, penanganan
lingkungan hidup, serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih serta akuntabel.
c) Ancaman Berdimensi Ekonomi
Ekonomi
merupakan salah satu penentu posisi tawar dari setiap negara dalam pergaulan internasional.
Kondisi ekonomi tentu sangat menentukan dalam pertahanan negara. Ancaman
berdimensi ekonomi ini dapat berasal dari internal bisa berupa inflasi,
pengangguran, infrastruktur yang tidak memadai, serta sistem ekonomi yang tak
cukup jelas dan juga berasal dari eksternal bisa berbentuk kinerja ekonomi yang
buruk, daya saing yang rendah, tidak siapnya dalam menghadapi era globalisasi
serta tingkat ketergantungan terhadap pihak asing.
d) Ancaman Berdimensi Sosial Budaya
Ancaman
sosial budaya bisa berupa isu-isu mengenai kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan,
serta ketidakadilan yang menjadi dasar timbulnya konflik vertikal, antara b pemerintah
pusat dengan pemerintah daerah, beserta dengan konflik horizontal yakni suku,
agama, ras, dan antar golongan (SARA).
e) Ancaman Berdimensi Teknologi Informasi
Kemajuan
akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan sangat pesat serta
memberikan manfaat yang sangat besar bagi seluruh masyarakat, namun, kejahatan
juga terus mengikuti perkembangan tersebut, seperti contohnya kejahatan cyber
dan kejahatan perbankan.
f) Ancaman Berdimensi Keselamatan Umum
Ancaman
untuk keselamatan umum bisa terjadi karena bencana alam, misal gempa bumi,
gunung meletus, dan tsunami. Ancaman yang disebabkan oleh manusia, misal penggunaan
obat-obatan dan penggunaan bahan kimia, pembuangan limbah industri, kebakaran,
hingga kecelakaan alat-alat transportasi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Integrasi
nasional merupakan salah satu kasus yang terjadi di setiap negara di dunia. Sama
halnya dengan negara Indonesia yang masih dibayangi oleh persoalan mengenai
Integrasi Nasional.
Stratetgi
Integrasi Nasional merupakan penyatuan
berbagai unsur dalam masyarakat berdasarkan aturan tertentu sehingga terjadi
kesepakatan dan tujuan secara nasional untuk diwujudkan bersama. Dalam salah
satu strateginya yaitu Strategi Akulturasi menjadi sebuah langkah mudah yang
dapat dilakukan dalam mewujudkan sikap nasionalisme masyarakat yang saat ini
mulai hilang.
Maka dari itu
kita perlu memahami makna integrasi serta faktor apa saja yang menghambatnya. Hal
yang paling penting dari semua ini yaitu rasa persatuan dan kesatuan dalam
berbagai perbedaan baik suku, ras, agama, budaya dan bahasa.
3.2 Saran
Banyak cara
yang dapat kita lakukan dalam membangun sebuah Integasi Nasional. Dapat melalui
perpaduan budaya, terciptanya perasaan tenggang rasa, menjalin gotong royong,
dll. Untuk mencapai Integrasi bukan perkara mudah, tetapi membutuhkan proses
yang panjang serta pemahaman yang lebih untuk sadar akan perbedaan yang ada.
Peran pemerintah diharapkan ampu menjaga kestabilan, baik dari segi pembangunan
hingga pelayanan yang memadai agar tidak timbul rasa ketidakadilan dalam stigma
masyarakat. Selain pemyingnya perna pemerintah, masyarakat juga harsu ikut
andil dalam mewujudkan Integrasi Nasional ini dengan saling menghormati dan
menghargai agar rasa nasionalitas dapat terwujud di masyarakat baik dengan
Strategi Integrasi Nasional maupun cara lainnnya yang dianggap sesuai dan
nyaman bagi mereka.
Daftar Pustaka
Anonim, 2020, Pembubaran
Yugoslavia, https://id.wikipedia.org/wiki/Pembubaran_Yugoslavia,11
April 2020
Astawa, I Putu Ari,
2017, Integrasi Nasional, https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/6bfed1ab6721a7e36e217799d6017 60.pdf. 11
April 2020
Bahin, 2017,
Integrasi Nasional Apakah Penting, https://www.kompasiana.com/banhin/590fc930cf7a61da048b4567/integrasi-nasional apakah-penting, 11
April 2020
Diniari, Embun
Bening, 2017, Pengertian Integrasi Nasional Dalam Konteks Indonesia, https://blog.ruangguru.com/pengertian-integrasi-nasional-dalam-konteks-indonesia, 12 April 2020
Dosensosiologi,
2018, Pengertian Akulturasi Budaya dan Contohnya Lengkap, https://dosensosiologi.com/pengertian-akulturasi-budaya-dan-contohnya-lengkap/, 12 April 2020
Dosensosiologi,
2018, Pengertian Asimilasi, Ciri, Syarat, Faktor, dan Contohnya Lengkap, https://dosensosiologi.com/pengertian-asimilasi-ciri-syarat-faktor-dan-contohnyalengkap/, 12 April 2020
JealousBird32, 2017, Integrasi Nasional
Indonesia (strategi integrasi dan faktor penghambat), https://jasmerahmaroon.blogspot.com/2017/10/integrasi-nasional-indonesia strategi.html, 13
April 2020
KoranJakarta,
2017, Bhineka Tunggal Ika harus Jadi Strategi Interasi Bangsa, http://www.koran-jakarta.com/bhinneka-tunggal-ika-harus-jadi-strategi-integrasi bangsa/,
13 April 2020
Marlina, Wulan,
2018, Integrasi Nasional, https://www.academia.edu/35021466/PKN_INTEGRASI_NASIONAL, 11 April 2020
Sosiologis,
2018, Contoh Akulturasi kehidupan sehari - hari,http://sosiologis.com/contoh-akulturasi, 13
April 2020
Wiyoso, Joko,
2007, Campursari: Suatu Bentuk Akulturasi Budaya Dalam Musik, https://www.neliti.com/id/publications/62442/campursari-suatu-bentuk-akulturasi budaya-dalam-musik, 14
April 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar